BINTAHWIL KODIM 1625/NGADA SOSIALISASI WAWASAN KEBANGSAAN PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KABUPATEN NAGEKEO

E-mail Print PDF
 
 Bintahwil
 
Kesadaran berbangsa diantara kita saat ini dirasakan kian rapuh dan memudar, gerakan reformasi 1998 belum bisa memperbaiki krisis akan nasionalisme dan komitmen kebangsaan yang semakin hari mengarah kepada jurang degradasi.
 
 
Banyak hal yang dilakukan oleh rakyat Indonesia dengan maksud dan tujuan memperbaiki sosial ekonomi, rasa keadilan dan demokrasi, tanpa memperhatikan nilai, norma dan konsepsi serta semangat wawasan kebangsaan yang berdasarkan pada Pancasila, UUD 1945 serta azas Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terjadinya konflik-konflik yang tersebar di berbagai daerah yang berdimensi agama, etnis, suku, ras dan lainnya yang secara nyata mengancam keutuhan NKRI. Terorisme di negara kita belum dapat terselesaikan dengan tuntas, pertikaian antar kelompok masih saja mewarnai perjalanan sejarah bangsa ini dan adanya tindakan-tindakan anarkis sebagai akibat dari pemaksaan kehendak suatu kelompok kepada kelompok lain yang berakibat terjadinya kerugian materiil dan bahkan sampai jatuhnya korban jiwa.
 
Banyak generasi muda sudah meremehkan wawasan kebangsaan, Bendera Merah Putih sebagai lambang negara dan Pancasila sebagai dasar negara sudah tidak dipedulikan lagi. Kita tentu tidak akan melupakan bahwa Sang Merah Putih dan Pancasila itu telah direbut dan ditegakkan dengan tetesan darah oleh para pahlawan kusuma bangsa dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI. Namun demikian tidak sedikit para pemuda kita yang benar-benar tidak mengetahui dan tidak menghormati sejarah nasional bangsa Indonesia, tidak ada orang yang berziarah ke makam pahlawan kita kecuali pada saat peringatan hari-hari besar nasional atau selain keluarga para pahlawan itu sendiri, padahal mereka yang berkorban untuk kemerdekaan kita sampai sekarang.
 
Bintahwil
 
Situasi tersebut memberi gambaran kepada kita bahwa betapa kita sudah mengingkari semangat dan perjuangan dari perintis pendiri dan peletak dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini. Kita lupa bahwa semangat kebangsaan ini sudah dirintis dan diikrarkan oleh pemuda-pemudi kita pada tanggal 28 Oktober 1928. Dengan mengesampingkan dan tidak memperdulikan kepentingan pribadi atau golongan, kelompok-kelompok pemuda dari berbagai suku dan golongan pada saat itu rela berkumpul dan berikrar menjadi satu demi untuk kepentingan bangsa. Meskipun terdiri dari banyak suku bangsa tetapi semuanya menjadi satu bangsa yaitu bangsa Indonesia, dan walaupun wilayahnya terbagi menjadi pulau-pulau dipisahkan oleh laut tetapi tetap merupakan satu kesatuan tanah air Indonesia, dengan bahasa daerah yang berbeda-beda namun tetap menjunjung bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.
 
Dengan modal inilah para pejuang mampu mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional saat itu yaitu memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Tetapi kondisi yang terjadi saat ini menunjukkan suatu keadaan yang sangat ironis dengan tujuan awal dari perjuangan nasional untuk membentuk NKRI. Adanya usaha dari kelompok-kelompok atau daerah-daerah tertentu yang ingin memisahkan diri dari NKRI adalah suatu bukti nyata, tindakan-tindakan anarkis pada saat demonstrasi, menyampaikan pendapat atau pada saat menyelesaikan suatu permasalahan kerap sekali kita saksikan baik melalui media cetak maupun media elektronik. Tindakan anarkis tersebut bukan hanya terjadi di Ibu Kota Negara atau kota-kota besar saja, tetapi sudah merambah ke kota-kota kecil bahkan sampai ke pedesaan.
 
Perlu usaha dan tekad yang keras dari semua pihak untuk menanamkan dan menyegarkan kembali pemahaman kita terhadap wawasan kebangsaan ini, dalam usaha meningkatkan persatuan dan kesatuan seluruh komponen bangsa untuk menegakkan kedaulatan serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sasarannya adalah untuk meningkatkan rasa kebangsaan terhadap seluruh komponen bangsa agar mencintai bangsa dan tumpah darah Indonesia dan meningkatkan paham kebangsaan agar merasa memiliki bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta terpeliharanya semangat kebangsaan guna membentuk rasa kesetiakawanan sosial, rela berkorban dan jiwa patriotik, pantang menyerah sehingga mampu menangkal setiap ancaman yang timbul.
 
 Bintahwil
 
Berdasarkan kondisi tersebut Kodim 1625/Ngada sebagai satuan komando kewilayahan yang merupakan badan pelaksana Korem 161/Wira Sakti, bekerjasama meningkatkan sinergitas dengan Kantor Keselamatan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur serta Polres Ngada untuk mensosialisasikan kembali wawasan kebangsaan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Nagekeo. Yang menjadi objek dan sasaran utama dalam sosialisasi wawasan kebangsaan ini adalah tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan anggota Linmas desa serta perangkat desa yang ada di masing-masing desa. Pada tahun anggaran 2011 ini program pengembangan wawasan kebangsaan di Kabupaten Nagekeo merupakan kelanjutan dari program yang sama pada 2010.
 
Pada pelaksanaan sosialisasi wawasan kebangsaan ini instansi-instansi yang terlibat membawakan materi sesuai dengan aspek bidang tugas masing-masing. Pabung Kodim 1625/Ngada, Mayor Arm Dewa Putu Yadnya sebagai pembawa materi dari Kodim 1625/Ngada membawakan materi dengan sub tema berjudul “Peran TNI dalam mengantisipasi timbulnya masalah strategis di daerah.” Kepala Kantor Kesbangpollinmas Kabupaten Nagekeo, Bapak Simon Fino, S,IP membawakan materi dengan mengambil judul “Ke-kita-an dasar Wawasan Kebangsaan”, dan sebagai pembawa materi dari Polres Ngada adalah Aiptu Achmad Daeng, membawakan materi berjudul “Peran Polri dalam menangani masalah keamanan di daerah”.
 
Sosialisasi wawasan kebangsaan ini dilaksanakan mulai tanggal 14 Juni sampai dengan tanggal 22 Juni 2011 di beberapa desa/kelurahan yang ada di 3 kecamatan dari 7 kecamatan wilayah Kabupaten Nagekeo. Diantaranya adalah Desa Nataute dan Kelurahan Nangaroro yang ada di Kecamatan Nangaroro, Desa Tendakinde yang meliputi Dusun Kaburea, Dusun Marilewa dan Dusun Renutenu yang ada di Kecamatam Wolowae, dan Desa Rendubutowe yang ada di Kecamatan Aesesa Selatan.
Tidak semua desa-desa tempat pelaksanaan sosialisasi ini bisa ditempuh dengan mudah, banyak diantara desa –desa tersebut berada sangat terpencil jauh di pedalaman. Mengingat bentuk geografi wilayah Flores khususnya di Kabupaten Nagekeo yang cukup ekstrim antara dataran rendah, dataran tinggi dan perbukitan membuat tim gabungan Kodim 1625/Ngada, Kantor Kesbangpollinmas dan Polres Ngada harus eksra hati-hati, belum lagi kondisi jalan yang dilalui masih banyak dalam keadaan rusak berat. Panjang jarak, waktu tempuh dan medan yang dilalui bukanlah halangan, demi mengemban tugas tim gabungan dengan bersemangat secara marathon dari hari ke hari dan dari satu desa ke desa lainnya berpindah-pindah melalui jalan-jalan desa untuk memberi suatu informasi yang sangat penting kepada masyarakat desa. Namun demikian yang sangat membanggakan bagi tim adalah antusiasme dari masyarakat di masing-masing desa tempat penyelenggaraan sosialisasi ini sangat tinggi, terbukti dari kehadiran masyarakat desa sesuai dengan yang diharapkan bahkan di beberapa desa ada yang sampai melebihi undangan. Hal inilah yang membuat tim menjadi bertambah semangat dalam melaksanakan tugas, rasa lelah yang dirasakan menjadi hilang. Dan yang terpenting dari seluruh rangkaian kegiatan sosialisai ini adalah adanya respon yang sangat baik di setiap tempat penyelenggaraan. Banyak sekali masyarakat yang bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan, ada yang memberi saran yang berkaitan dengan kamtibmas serta ada juga yang menyampaikan permasalahan yang terjadi di lingkungan desanya. Ini adalah bukti nyata bahwa mereka mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan baik dari awal acara sampai dengan selesai. Pertanyaan-pertanyaan dari peserta yang berkaitan dengan pemerintahan dan kemasyarakatan diakomodir oleh Bapak Simon Fino, S,IP Kepala Kantor Kesbangpollinmas Kabupaten Nagekeo selaku wakil dari pemerintahan daerah. Kalau ada pertanyaan yang berkaitan dengan penegakkan hukum, keamanan dan ketertiban masyarakat adalah tugas wakil dari Polres Ngada untuk memberi jawaban. Dan jika ada pertanyaan yang berkaitan dengan pembinaan teritorial atau masalah pertahanan negara, merupakan tugas perwakilan dari Kodim 1625/Ngada untuk memberikan penjelasan.
 
Secara keseluruhan kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan kerjasama Kodim 1625/Ngada dengan Kantor Kesbangpollinmas dan Polres Ngada tahun anggaran 2011 dapat berjalan dengan lancar dan mendapat respon yang positif dari masyarakat. Masyarakat menjadi lebih mengerti dan mengetahui banyak hal setelah tim memberikan penjelasan tentang wawasan kebangsaan. Dan demikian juga tim menjadi mengetahui permasalahan-permasalahan desa setelah masyarakat memberi informasi, saran dan juga pertanyaan-pertanyaan. Dialog interaktif seperti ini perlu dilaksanakan secara berkesinambungan antara aparat pemerintahan, aparat teritorial dengan masyarakat setempat untuk tetap dapat menjaga hubungan yang harmonis dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat desa.
Last Updated ( Friday, 03 February 2012 06:15 )  
88°
31°
°F | °C
Partly Cloudy
Humidity: 62%
Mon
Thunderstorm
77 | 90
25 | 32
Tue
Thunderstorm
79 | 90
26 | 32
Wed
Chance of Storm
75 | 90
23 | 32
Thu
Chance of Storm
77 | 90
25 | 32
Web Mail Pusterad

Mayjen TNI Indra Hidayat R

Mayjen Indra

Statistics

OS : Linux z
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.0.95-community
Time : 02:35
Caching : Disabled
GZIP : Disabled
Content View Hits : 5998

Binter
KEPEMIMPINAN DANSATKOWIL DALAM PENYELENGGARAAN BINTER DI WILAYAH

 

 

Pelaksanaan Apel Danrem Dandim Terpusat TA 2011 secara keseluruhan telah memberi gambaran yang jelas kepada peserta Apel tentang arah kebijakan Pimpinan di tingkat Pusat baik dari Pejabat TNI maupun pejabat di luar TNI. Pembinaan Teritorial diselenggarakan oleh seluruh prajurit dan satuan jajaran TNI AD secara terus menerus sepanjang masa. Satuan komando kewilayahan khususnya Korem dan Kodim memiliki peran penting untuk merencanakan dan menyusun serta memadukan pelaksanaan Binter dengan program pemerintah daerah, sehingga terwujud sinergitas dalam rangka kepentingan kesejahteraan masyarakat dan pertahanan negara diwilayah. Terkait dengan tugas tersebut, oleh pimpinan TNI AD di programkan Apel Danrem Dandim yang diselenggarakan oleh Pusterad.

 

Link Terkait

TNI
TNI-AD
Polri
Kodam Jaya
Kopasus

Pendapat

Menurut anda website pusterad saat ini?
 

Pengunjung Saat ini

We have 3 guests online