Dir Binter

SERBUAN TERITORIAL SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN KEMANUNGGALAN TNI–RAKYAT

SERBUAN TERITORIAL SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN KEMANUNGGALAN TNI–RAKYAT

Perkembangan Situasi Nasional.

Bangsa Indonesia sampai saat ini masih diwarnai ancaman dan kerawanan dalam berbagai bidang kehidupan, mulai bidang idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam. Ancaman bidang politik antara lain berkembangnya idiologi terorisme, radikalisme dan sparatisme. Bidang politik antara lain pelaksanaan pemilukada serentak di seluruh wilayah Indonesia telah menimbulkan benturan kepentingan antar kelompok masyarakat yang dapat berkembang menjadi konflik antar kelompok masyarakat. Bidang ekonomi antara lain tingginya kebutuhan pangan akibat pertambahan jumlah penduduk telah memaksa Pemerintah untuk mengimpor beras, kedelai, jagung dan gula. Bidang sosial budaya antara lain peredaran Narkoba, ancaman penyebaran virus HIV/AIDS, kerusakan lingkungan akibat ekploitasi kawasan hutan dan pesisir pantai. Bidang Hankam antara lain timbulnya konflik vertikal dan horizontal di beberapa wilayah, pudarnya semangat bela negara, wawasan kebangsaan dan cinta tanah air dikalangan generasi muda. Kondisi tersebut merupakan bentuk ancaman nyata terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia yang harus di hadapi.

Kebijakan Pemerintah.

Menghadapi perkembangan situasi tersebut diatas Presiden RI Joko Widodo telah menetapkan prioritas agenda pembangunan nasional yakni: mencapai swasembada pangan dalam jangka waktu 3 tahun mendatang, pembangunan jalan dan jalan tol, pembangunan poros jalan di sepanjang perbatasan, pembangunan trans kereta api Indonesia, pembangunan pelabuhan, pembangunan waduk/bendungan dan irigasi, pemenuhan kebutuhan listrik rakyat, menghentikan perambahan hutan, menghentikan peredaran narkoba dan deradikalisasi.

Kebijakan Panglima.

Sejalan dengan agenda prioritas Presiden RI dan aspirasi Kementerian/Lembaga untuk bekerjasama dengan TNI dalam merealisasikan program pembangunan nasional, Panglima TNI telah mengeluarkan kebijakan diantaranya tentang pelaksanaan Serbuan Teritorial, guna mendukung  pemerintah mewujudkan swasembada pangan, mensosialisasikan ancaman proxy war dan rangkul  organisasi  kemasyarakatan.

Kebijakan Kasad.

Menindaklanjuti kebijakan Panglima TNI, Kasad menyampaikan penekanan kepada jajaran Satkowil untuk meningkatkan kemampuan perencanaan, pengendalian dan pengawasan, penyusunan program binter, pembinaan potensi pertahanan, komunikasi sosial, peran Satkowil dalam tugas perbantuan kepada Pemda melalui bakti TNI dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu berbagai permasalahan nasional yang perlu dijadikan fokus perhatian antara lain: permasalahan ketahanan pangan yang belum dapat diwujudkan, kondisi infrastruktur yang buruk, kerusakan lingkungan hidup yang makin memprihatinkan, merebaknya penyalahgunaan narkoba, memudarnya wawasan kebangsaan dan berkembangnya faham radikalisme serta terorisme penembakan aparat keamanan dan bom bunuh diri, semua ini merupakan ancaman terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa.

Dihadapkan dengan ancaman tersebut diatas maka diperlukan strategi penguatan kemanunggalan TNI-Rakyat dengan mengoptimalkan operasi teritorial melalui Serbuan Teritorial yang dilaksanakan oleh seluruh satuan jajaran TNI AD bersama pemerintah/pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat.

Kebijakan Pimpinan TNI AD tentang Serbuan Teritorial.

Berkaitan dengan hal tersebut pimpinan TNI AD telah mengeluarkan kebijakan tentang program Serbuan Teritorial yang harus dilaksanakan oleh satuan dijajaran TNI AD khususnya Satuan Komando Kewilayahan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pelaksanaan serbuan teritorial diharapkan benar-benar menyentuh kepentingan rakyat di tiaptiap wilayah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Realisasi serbuan teritorial itu sendiri sudah dilaksanakan mulai TA 2014 sampai dengan saat ini. Sebagai gambaran kondisi serbuan teritorial saat ini, beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain: kegiatan pendampingan dalam rangka percepatan mewujudkan ketahanan pangan, program “Gema Sang Juara” (gerakan membangun sejuta jamban rakyat), komsos kreatif, karya bakti kreatif, lomba jurnalistik, program “Cinta” (cerita indah tanah air), program pelatihan bela negara.

Hasil Realisasi Serbuan Teritorial.

Dari pelaksanaan serbuan teritorial tersebut diatas dapat dikalkulasi hasil yang telah dicapai antara lain: kegiatan pendampingan upaya kusus pertanian dalam rangka mewujudkan swasembada pangan telah menghasilkan surplus padi sebanyak 75 juta ton (hasil tertinggi selama sepuluh tahun terakhir), produksi jagung mencapai 20,67 juta ton (naik sebesar 1,66 juta ton/ 8,72%), produksi kedelai mencapai 998,870 ton (naik 43,870 ton/4,59%, perluasan lahan pertanian mencapai 14,3 juta Ha (naik 512.000 Ha). (Pernyataan Kepala BPS, bulan Nopember 2015). Selanjutnya untuk program Gema Sangjuara yang menargetkan pembangunan satu juta jamban, sampai saat ini telah berhasil terbangun 118.490 unit (10 %). Pembangunan jalan inspeksi paralel perbatasan di wilayah Kalimantan Utara sampai dengan Kalimantan Timur sepanjang 123, 45 Km telah terselesaikan 100%, dan yang akan dibangun lagi sepanjang 250,17 Km. Kegiatan Komsos kreatif yang dilaksanakan oleh seluruh satuan jajaran TNI AD telah berhasil meningkatkan citra dan nama baik TNI dimata masyarakat, hal ini terbukti dari hasil Litbang Kompas yang menyatakan bahwa saat ini institusi TNI menduduki peringkat pertama sebagai lembaga negara yang paling di percaya publik. Dibidang peningkatan lingkungan hidup telah berhasil mempopulerkan program-program unggulan dibidang reboisasi antara lain “Toba go green”, “Singkarak go green” dan lain-lain. Dalam kegiatan pelatihan bela negara telah berhasil mencetak  600.000 kader bela negara, yang telah dibina oleh satkowil dan satnon kowil jajaran TNI AD. Pelaksanaan karya bakti kreatif telah berhasil membantu kesulitan yang dihadapi sebagian masyarakat Indonesia dan hal ini telah disampaikan secara terbuka melalui media sosial. Sedangkan beberapa program yang belum terealisasikan sampai dengan saat ini antara lain: Deradikalisasi, pemberantasan Narkoba dan penyediaan kebutuhan listrik rakyat.

Hambatan dalam Serbuan Teritorial.

Dari hasil pengamatan terhadap penyelenggaraan Serbuan Teritorial dapat di kemukakan beberapa hambatan yang dialami antara lain: permasalahan kualitas SDM prajurit kususnya Babinsa dan Danramil sebagai ujung tombak Binter masih perlu ditingkatkan. Adanya keterbatasan sarana prasarana yang dibutuhkan kususnya alat peralatan pertanian. Masalah ketersediaan pupuk bersubsidi di berberapa wilayah mengalami kekurangan khususnya pada saat musim tanam. Terbatasnya anggaran untuk mendukung kegiatan serbuan teritorial menjadi hambatan begi pelaksana di lapangan. Masih rumitnya birokrasi pada saat pembelian beras hasil produksi masyarakat oleh Bulog telah menghambat target penjualan beras rakyat. Kurangnya koordinasi antar instansi terkait dalam pelaksanaan kegiatan di wilayah juga dirasakan sebagai faktor penghambat. Pemanfaatan media sosial untuk mempublikasikan pelaksanaan kegiatan juga dirasakan belum maksimal. Faktor cuaca kususnya kemarau panjang sebagai dampak elnino telah mengakibatkan kesulitan dalam melaksanakan kegiatan cocok tanam bahkan di beberapa wilayah mengakibatkan gagal panen. Penetapan HPP yang besaranya dibawah harga pasar telah mengakibatkan kesulitan bagi Bulog untuk membeli beras dari para petani.

Evaluasi Serbuan Teritorial.

Berkaitan hal tersebut maka sebagai evaluasiuntuk meningkatkan penyelenggaraan serbuan teritorial kedepan disampaikan bahwa perlunyamemelihara momentum produksi padi sebagai upaya mempertahankan pencapaian hasil yangtelah dicapai saat ini. Masih diperlukan peningkatan produksi jagung dan kedelai sehingga mencapaitarget swasembada nasional. Perlu peningkatan usaha perluasan lahan pertanian, pembangunanwaduk dan irigasi sebagai infrastruktur pendukung peningkatan produksi pertanian. Perlu melanjutkanprogram pembangunan jamban rakyat sebagai upaya mendukung program Pemerintah untukmembudayakan pola hidup bersih dan sehat. Perlu merealisasikan dukungan terhadap program penyediaan listrik rakyat. Perlu melanjutkan program pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Perlu merealisasikan program bantuan untuk pencegahan dan penanggulangan narkoba. Perlu merealisasikan program deradikalisasi dalam rangka pencegahan maupun penindakan terhadap terorisme.

Prinsip-prinsip Serbuan Teritorial.

Dalam perencanaan dan penyelenggaraan serbuan teritorial harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: Masif. Penyelenggaraan serbuan teritorial dilaksanakan secara besar-besaran dalam skala luas dengan mengerahkan sumber daya manusia dan sarana prasarana wilayah serta dilaksanakan dengan serentak yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bermanfaat. Kegiatan yang dilaksanakan harus memiliki nilai manfaat bagi kepentingan masyarakat sehingga dengan sendirinya masyarakat akan sungguh-sungguh, tergerak untuk turut serta dalam melaksanakan kegiatan serbuan teritorial secara tulus dan iklas. Terpadu. Serbuan teritorial melibatkan instansi terkait dan komponen bangsa lainnya sehingga perlu keterpaduan dalam penentuan sasaran, pengerahan sumber daya manusia dan penggunaan sarana prasarana. Serentak. Kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama dan serempak dengan memanfaatkan momen-momen penting (HUT RI, HUT TNI, Hari Juang Kartika, HUT Kodam dll) Prioritas. Dalam menentukan sasaran kegiatan serbuan teritorial hendaknya dipilih berdasarkan sekala prioritas permasalahan paling menonjol yang menjadi ikon di suatu daerah. Kesatuan komando. Komando dan pengendalian kegiatan Serbuan Teritorial dalam satu wilayah dilaksanakan oleh Dansatkowil. Pelibatan Satnonkowil bersifat mendukung dan dikoordinir oleh Dansatkowil setempat.

Konsep Serbuan Teritorial Kedepan.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut diatas maka konsep Serbuan Teritorial kedepan dapat disampaikan sebagai berikut: Dalam bidang ketahanan pangan, kegiatan yang dilaksanakan meliputi: Melanjutkan program penanaman padi, meningkatkan program tanam jagung dan kedelai, meningkatkan program pembukaan lahan pertanian dan pengawalan pupuk bersubsidi dari distributor sampai ketangan petani dalam jumlah yang cukup dan waktu yang tepat, dengan melibatkan personel TNI AD bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI, pihak akademisi dan masyarakat. Dalam bidang infrastruktur meningkatkan pembangunan waduk/bendungan dan irigasi sebagai infrastruktur pendukung peningkatan produksi pertanian, melanjutkan pembangunan jalan di sepanjang wilayah perbatasan, melanjutkan program pembangunan jamban rakyat, melaksanakan pembangunan/perbaikan tempat ibadah, mendukung program pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), melaksanakan pembangunan/perbaikan gedunggedung sekolah dan mendukung program penyediaan kebutuhan listrik rakyat, dengan melibatkan personel TNI AD bekerja sama dengan Kementerian PU dan Pera, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dan masyarakat. Dalam bidang lingkungan hidup kegiatan yang dilaksanakan antara lain: reboisasi kawasan hutan dan lahan kritis kususnya hutan dan lahan exs kebakaran. Mangrovisasi di daerah pesisir pantai kususnya yang mengalami kerusakan dan menghadapi ancaman abrasi. Kanalisasi hutan dan lahan gambut untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan gambut. Rehabilitasi lahan exs tambang agar dapat dimanfaatkan untuk kepentinganmasyarakat. Program kali bersih kususnya di wilayah perkotaan yang dilintasi sungai besar dan sering mengakibatkan bencana banjir, dengan melibatkan personel TNI AD bekerja sama dengan Kementerian kehutanan dan lingkungan hidup, pihak akademisi dan masyarakat. Dalam bidang bela negara kegiatan yang dilaksanakan antara lain: Pelatihan Menwa, pembinaan KBT, pembinaan/pelatihan bagi Ormas, pembinaan/pelatihan untuk kelompok masyarakat, instansi sipil dan pembinaan pramuka saka wira kartika, dengan melibatkan personel TNI AD bekerja sama dengan Kementerian pertahanan, Kakwarnas, pihak akademisi dan masyarakat. Dalam bidang pencegahan dan penanggulangan Narkoba, kegiatan yang dilaksanakan antara lain: pemantauan dan penangkapan para pemakai/pengedar narkoba, rehabilitasi pengguna narkoba, dengan melibatkan personel TNI AD bekerja sama dengan BNN, Polri, pihak akademisi dan masyarakat. Dalam bidang deradikalisasi, kegiatan yang dilaksanakan antaralain : pemantauan wilayah dari kemungkinan penyusupan teroris, pendampingan dan pembimbingan korban penyebarluasan faham radikalisme, dengan melibatkan personel TNI AD bekerja sama dengan BNPT, Kementerian sosial, kementerian agama, kementerian pendidikan dan kebudayaan, kementerian komunikasi dan informasi, kementerian hukum dan Ham, Polri, akademisi dan masyarakat.

Kebijakan Strategis Serbuan Teritorial Kedepan.

Selanjutnya kebijakan Serbuan Teritorial kedepan dapat dirumuskan sebagai berikut: “Melanjutkan Serbuan Teritorial yang sudah berjalan untuk memelihara hasil yang telah dicapai & merealisasikan program yang belum mencapai target sasaran serta program yang belum terlaksana”. Untuk mewujudkan kebijakan tersebut maka strategi yang digunakan adalah: Ends : “Tercapainya sasaran Serbuan Teritorial dalam rangka terwujudnya Kemanunggalan TNI-Rakyat“. Means: SDM (TNI AD, Aparat pemerintah, Akademisi, Masyarakat), sarana prasarana, anggaran, media. Ways: 1. Pendataan sesuai typologi wilayah. 2. Kerjasama dengan kementerian/lembaga terkait. 3. Pelatihan Kader pelaksana serbuan teritorial. 4. Pelaksanaan kegiatan. 5. Pengawasan & pengendalian 6. Pengukuran tingkat keberhasilan. Pelaksanaan Serbuan Teritorial memerlukan organisasi penyelenggara dan tataran kewenangan sebagai berikut: Kasad sebagai penanggung jawab menentukan kebijakan tentang Serbuan Teritorial. Aster Kasad sebagai pengawas dan evaluasi melaksanakan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan Serbuan Teritorial oleh satkowil dan satnonkowil. Komandan Pusterad atas nama Kasad sebagai pengawas dan pengendali melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan serbuan teritorial di seluruh wilayah. Panglima Kodam sebagai koordinator pelaksana serbuan teritorial mengkoordinir pelaksanaan serbuan teritorial oleh satkowil dan satnonkowil yang ada di wilayahnya. Satkowil dan Satnonkowil sebagai pelaksana Serbuan Teritorial, merencanakan, menyiapkan, melaksanakan dan melaporkan Serbuan Teritorial dengan memberdayakan segenap sumberdaya yang ada di wilayah.

Implementasi Serbuan Teritorial pada masa mendatang.

Dalam bidang swasembada pangan, kegiatan dilaksanakan sepanjang tahun dengan memperhatikan faktor musim, iklim dan cuaca serta situasi dan kondisi yang ada di wilayah. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan dan target yang akan dicapai antara lain: Cetak Lahan (733.400 ha), Tanam Padi (80.085.000 ton/th), Tanam Jagung (23.484.708 ton/th), Tanam Kedelai (2.941.000 ton/th). Dalam bidang Infrastruktur, kegiatan dilaksanakan sepanjang tahun, jenis kegiatan yang dilaksanakan dan target yang akan dicapai antara lain sebagai berikut: Jalan (akses pendukung pertanian) Waduk (49 waduk), Irigasi (sepanjang areal persawahan), Listrik (12.659 desa blm teraliri listrik), Lain-lain. Dalam bidang lingkungan hidup jenis kegiatan dan waktu pelaksanaan antara lain sebagai berikut: Reboisasi dilaksanakan pada awal musim hujan dengan target seluas 2.000.000 ha dengan sasaran lokasi pasca kebakaran hutan dan lahan, Kanalisasi dilaksanakan pada awal musim hujan dengan sasaran hutan dan lahan gambut), Prokasih dilaksanakan pada musim kemarau dengan sasaran sungai-sungai besar di perkotaan, Mangrovisasi dilaksanakan sepanjang tahun dengan sasaran kawasan pesisir yang mengalami kerusakan seluas 6.656.630 ha. Dalam bidang bela negara, kegiatan dilaksanakan sepanjang tahun, dengan jenis kegiatan antara lain: Pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika dengan sasaran dan target Koramil/Kwarran, Kodim/Kwarcab, Kodam/Kwarda. Latihan dasar kepemimpinan untuk mahasiswa dengan target tersusunnya Data Induk Kader Bela Negara tiap Kodim. Kegiatan Out Bound dengan sasaran untuk mendukung pelatihan Bela Negara & Pelatihan Kepemimpinan. Dalam bidang pemberantasan Narkoba, kegiatan dilaksanakan sepanjang tahun, dengan jenis kegiatan dan target antara lain: Sosialisasi, pemantauan & pemberian informasi tentang penyalahgunaan narkoba. Membantu penanganan rehabilitasi pengguna Narkoba, dengan sasaran terwujudnya wilayah bebas narkoba. Dalam bidang deradikalisasi, kegiatan dilaksanakan sepanjang tahun, dengan jenis kegiatan dan target antara lain sebagai berikut: Sosialisasi ancaman radikalisme, pembimbingan, pendampingan, pengawasan exs teroris dan keluarganya dengan target terwujudnya masyarakat bebas dari pengaruh radikalisme.

Demikian Konsep Serbuan Teritorial Sebagai Strategi Penguatan Kemanunggalan TNI-Rakyat ini disampaikan sebagai saran masukan bagi Pimpinan TNI AD dalam merumuskan kebijakan selanjutnya.

Click to add a comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Dir Binter

Contact Email: sdirbinter_pusterad@yahoo.co.id

More in Dir Binter

IMG_20160816_085954

PERTANDINGAN BOLA VOLLY ANTAR STAF DIREKTUR DAN STAF SESPUSTERAD MAPUSTERAD DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT RI KE 71

Direktur BinterAugust 16, 2016
IMG_6432-horz

KUNJUNGAN TIM ASISTENSI DARI PUSTERAD KE KODIM 0305/PASAMAN

Direktur BinterApril 27, 2016
photo_2016-03-31_15-45-28-620x330

Kegiatan terpadu Pusterad Asnis Binter Satuan Non Kowil Yonif 726/Tamalatea

Direktur BinterApril 27, 2016
ASNIS

Penyelengaraan Asistensi Teknis Komsos Terpadu Pusterad di wilayah Kodim 1424/Sinjai

Direktur BinterApril 27, 2016
photo_2016-03-31_15-26-44-620x330

Pembekalan teritorial anggota kodim 1408/BS

PusteradApril 13, 2016